Bagaimana caranya agar berhenti overthinking?

Postingan ini bermula dari banyaknya tweet dari para penggunan di media sosial twitter yang mengeluh-eluhkan overthinking di setiap malam. Buat kalian yang gak tau apa itu overthinking atau buat yang udah tau dan pengen berhenti overthinking, simak penjelasan berikut ini.

APA ITU OVERTHINKING?

Overthinking adalah sebutan bagi keadaan di mana kamu memikirkan sebuah persoalan secara berlebihan. Overthinking dan ‘orang pemikir’ itu sangat jauh berbeda. Overthink seringkali memikirkan berbagai kemungkinan terburuk yang belum dan mungkin tidak akan pernah terjadi, dan tak jarang secara berulang-ulang tanpa menemukan solusinya sama sekali.
Sebenarnya, dalam beberapa kasus overthinking ini ada nilai positifnya dan juga perlu dilakukan loh. Namun, Overthinking yang menjadi permasalahan kebanyàkan persoalan yang dihadapi adalah masalah sepele. Tentu saja sangat berpengaruh buruk pada kondisi kesehatan fisik dan psikis kamu.

TIPS MENGHEMPASKAN OVERTHINKING

Semakin sering Kamu overthinking, semakin besar pula masalah mental yang dihadapi, sehingga membuatmu sering jadi putus asa, bahkan tidak dapat berpikir kreatif seperti biasanya. Kamu juga berpotensi mengalami masalah seperti stress berkelanjutan, susah tidur, menurunnya nafsu makan.
Kalo dipikir-pikir lagi, ternyata ada beberapa hal yang menjadi faktor bahwasanya kebiasaan ‘overthinking’ sangat jarang saya alami. Siapa tahu, kalo poin-poin ini kamu terapkan, overthink bakal terhempaskan jauh dari hidupmu juga.
  • Memiliki Perspektif yang Luas

Coba deh pikir dulu, persoalan yang kamu renungkan terus-menerus itu ada dampaknya gak buat jangka waktu 5 tahun ke depan? 5 Minggu ke depan? Atau seminggu kemudian?
Kalo enggak, stop mikirin itu. Banyak hal yang perlu kamu benahi. Daripada cuma sibuk berpikir tapi tanpa aksi, kan ya percuma.
Saya sarankan juga untuk menuliskan apa yang kamu pikirkan ke dalam buku. Lalu coret dan tinggalkan. Menulis mungkin bisa membuatmu rileks.
  • Memberikan Limit Waktu Berpikir

Nah, selanjutnya, setelah kamu tahu soal dampak masalah itu ke depannya, sekarang pikirkanlah solusi. Jangan memberi otakmu waktu terlalu lama untuk memutuskan sebuah hal.

Jangan kelamaan mikir, yang lain malah dianggurin

30 menit untuk persoalan besar, dan 30 detik untuk persoalan kecil, yang mana bisa kamu tentukan melalui jangka waktu dari dampak masalah itu sendiri di kemudian hari.
  • Belajar Menerima Kegagalan

Siapa sih yang mau gagal? Tapi dari sebuah kegagalan dan kesalahan, kita jadi tahu mana yang harus dibenahi dan lebih hati-hati untuk itu. Akibatnya, produktivitasmu akan naik satu tingkat setelah kamu gagal. Nyesel atau sedih, boleh kok! Tapi ya jangan berlarut-larut. Segala sesuatu apapun yang berlebihan itu nggak baik.

Banyak kegagalan yang belum dicoba. Jangan gagal di situ-situ saja. Nggak asyik.

  • Open minded

Dengan memiliki pemikiran yang terbuka, kamu akan jadi lebih bisa menerima segala hal dari sudut pandang yang berbeda. Memberikan keluasan ruang pada dirimu sendiri. Percayalah, itu sangat membantu.

  • Berpemikiran Positif

Menjadi orang yang selalu berpikiran positif itu menyenangkan. Tanpa beban. Kalo kenyataannya tidak sesuai ekspektasi yang diinginkan, ya sudah. Toh, dunia ini bukan hanya berpusat pada dirimu.
Terlalu banyak ghibah juga mudah membuatmu selalu berpikir negatif loh. Jadi, buat kamu yang mengalami masalah pada overthink, coba hindari ghibah. Dan pelan-pelan tenangkan pikiranmu, arahkan ke hal-hal positif, jangan selalu berprasangka buruk pada orang lain.
Apalagi memiliki berbagai pemikiran buruk tentang orang yang cuma lihat di sosmed, bahkan yang tidak kamu kenal sama sekali. Stop it guys!

  • Jangan Lupa Bersyukur

Ini klasik sih sebenarnya. Yaa, Bersyukur.
Apa yang kamu miliki, apa yang kamu jalani, dan apapun yang kamu perjuangan sekarang, itulah yang akan menentukan rangkaian hidupmu selanjutnya. Bersyukurlah akan hal itu.

Itu sih mendingan, lah gue …

Berhenti juga ‘mendang-mending’, ini juga perlu! Harus kamu ketahui bahwa sebuah hal yang nampaknya biasa-biasa saja di hidupmu, bisa jadi adalah hal besar yang menentukan hidup dan mati orang lain. Jiwa setiap orang itu berbeda dengan jiwamu. Kamu adalah kamu. Dengan ‘kekuatan’ tolak ukur yang berbeda-beda tiap individu.

Sekian, terimakasih